唐人导航

唐人导航Blog Kumpulan Makalah Sistem Informasi Manajemen ini berisi keseluruhan makalah saat mengikuti perkuliahan sistem informasi manajemen yang pernah kami selesaikan pada semester 6 di Jurusan Pendidikan Akuntansi UNIMED. Semoga Bermanfaat ^_^*Astri.Bernadetta.Grace.Siti Delvi.

Minggu, 18 Mei 2014

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI



BABI
PENDAHULUAN
A.     LATARBELAKANG
Dewasa ini,penggunaan komputer bukanlah hal baru. Hampir semua perusahaan bahkan di setiaprumah terdapat perangkat komputer. Komputer ini tidak hanya digunakan untukmengerjakan tugas kantor ataupun tugas sekolah. Banyak hal dapat dilakukandengan komputer mulai dari kepentingan umum sampai kepentingan pribadi yangsifatnya rahasia. Oleh karena itu perlindungan terhadap akses masuk untuk suatukomputer diperlukan. Untuk menjaga itu semua diperlukanlah sebuah aturan atau undang-undangyang mengatur mengenai itu. Banyak Negara maju telah mempunyai undang-undangkhusus mengenai komputer. Hal yang dapat ditimbulkan bukan hanya masalah aksesdata pribadi secara bebas tapi juga menyangkut kejahatan komputer dan juga hakpaten peranti lunak.
Pada dasarnyamasyarakat memiliki empat hak dasar yang berkenaan dengan penggunaan komputeryaitu, pribadi, akurasi, properly, dan akses. Kesemua itu tentunya harusdidukung dengan sikap kita yang bijaksana. Setiap perilaku kita diarahkan olehmoral, etika, dan hukum. Maka dari itu, penggunaan komputer pun ada moral,etika, dan hukumnya.
Dibawah iniadalah Berbagai macam moral/akhlak, hukum dan Etika pada saat pemakaianTekhnologi Informasi diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Melakukan semuakegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau        penyalahgunaan uang, peralatan,pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer.
2.      Menghindarisegala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya pemalsuancatatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaingbisnis dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkinmempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerimahadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu.
3.      Menghindarisegala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk membawasenjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikanstandar keselamatan dan keamanan.
4.      Tidakmenggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja dibawah pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugaruntuk bekerja.


B.      RUMUSANMASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalahini,antara lain:
1.   Apa implikasi dari moral, etika sertahukum dalam teknologi informasi?
2.   Bagaimana proses pelaksanaan auditinformasi ?
3.   Bagaimana penerapan etika dalamteknologi informasi?
4.   Sebutkan implikasi dalam teknologiinformasi?

C.     TUJUANPENULISAN
Beranjak dari rumusan masalah diatas,adapun tujuan dari makalah ini antara lain:
1.   Untuk mengetahui implikasi darimoral,etika,serta hukum dalam teknologi informasi
2.   Untuk mengetahui bagaimana  pelaksanaan audit informasi
3.   Mengetahui  penerapan etika dalam teknologi informasi
4.   Mengetahui   implikasi penerapan dalam teknologiinformasi





















BAB II
PEMBAHASAN

A.     CAKUPAN PERSPEKTIF VERSUS CAKUPAN DESKRIPTIF
     Cakupan perspektif untukMIS menentukan bagaimana MIS sebaiknya dikembangkan dan digunakan di dalamsuatu perusahaan. Jelas ini merupakan pendekatan yang lebih baik untukmenampilkan materi kepada mahasiswa yang memasuki dunia bisnis dibandingkandengan memberikan cakupan deskriptif yang menjelaskan bagaimana hal-hal yangsedang dilaksanakan.

B.      MORAL,  ETIKADAN HUKUM
Dalam kehidupan sehari-hari, kita diarahkan olehbanyak pengaruh. Sebagai warga Negara yang memiliki tanggug jawab sosial, kitaingin melakukan hal yang secara moral benar, berlaku etis, dan mematuhi hukum.
Moral
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilakuyang benar dan salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah danseperangkat aturan. Kita mulai belajar mengenai perilaku moral semenjak kecil:“Perilaku orang lain sebagaimana layaknya kita ingin diperlakukan.” “Selaluucapkan terima kasih,” Saat kita tumbuh dewasa secara fisik dan mental, kitabelajar mengenai peraturan-peraturan yang diharapkan masyarakat untuk kitaikuti. Aturan perilaku ini adalah moral kita.
Meskipun masyarakat di sekeliling dunia tidak semuanyamengikuti seperangkat moral yang sama, terdapat kesamaan di antara semuanya.“Melakukan apa yang secara moral benar,” adalah landasan dasar perilaku sosialkita.
Etika
Perilaku kita juga diarahkan oleh etika. Kata etikaberasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti “karakter”. Etika (ethics)adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yangmerasuk ke dalam seorang atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawabterhadap komunitas mereka atas perilaku mereka, Komunitas dapat berarti rukuntetangga, kota, Negara, atau profesi.
Tidak seperti moral, etika bisa jadi amat bervariasidari satu komunitas dengan yang lain. Keberagaman di bidang computer initerlihat dalam bentuk peranti lunak bajakan (pirated software) perantilunak yang diduplikasi secara illegal dan kemudian digunakan atau dijual. Dibeberapa Negara praktik ini lebih menyebar disbandingkan yang lain. Pada tahun2004, diperkirakan sekitar 21 persen peranti lunak yang digunakan di AmerikaSerikat telah dibajak; angka ini melonjak menjadi 32 persen di Australia dan 90persen di Cina.
Beberapa orang mungkin berkata bahwa angka-angka inimenunjukkan bahwa para pengguna computer di Cina tidak seetis pengguna computerdi Amerika Serikat. Namun sebenarnya tidak selalu demikian. Beberapa budaya, khususnyabudaya di Negara-negara Asia, mendorong orang-orang untuk saling berbagi. Dalamperibahasa Cina “Orang yang berbagi harus dihargai, sedangkan yang tidak harusdihukum.” Meskipun demikian,pembajakan peranti lunak adalah suatu masalah,karena tidak terdapat insentif untuk merancang dan mendistribusikan perantilunak baru kecuali jika para penggunanya menyadari nilai ekonomisnya.
Hukum
Hukum (law) adalah peraturan perilaku formalyang diterapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadapsubjek atau warga negaranya. Selama sekitar 10 tahun pertama penggunaancomputer dibidang bisnis dan pemerintahan, tidak terdapat hukum yang berkaitandengan penggunaan computer. Hal ini dikarenakan pada saat itu computermerupakan inovasi baru, dan system hokum membutuhkan waktu untuk mengejarnya.
Pada tahun 1966, kasus kejahatan computer pertamamenjadi berita ketika seorang programmer untuk sebuah bank mengubah suatuprogram computer sehingga program tersebut tidak akan menandai rekeningnyaketika terlalu banyak uang ditarik. Ia dapat terus menulis cek meskipun tidakada uang di dalam rekeningnya. Tipuan ini bekerja hingga computer tersebutrusak, dan pemrosesan manual mengungkapkan rekening dengan saldo yang sudahnegatih dan tidak ditandai tersebut. Programmer tersebut tidak dituntut ataskejahatan computer, karena pada saat itu tidak ada hokum mengenai kejahatantersebut. Sebaliknya, ia dituntut atas tuduhan membuat entri palsu pada catatanbank.

C.     MELETAKKAN MORAL, ETIKA DAN HUKUM PADA TEMPATNYA
Penggunaan computer di dunia bisnis diarahkan olehnilai moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hokumyang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karenabersifat tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkinbahkan tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat. Wilayah etika computeryang kompleks inilah yang saat ini sangat banyak diperhatikan.



D.     KEBUTUHAN AKAN BUDAYA ETIKA
Opini yang dipegang secara luas di dunia bisnis adalahbahwa bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpinnya. Sebagai contoh,pengaruh James Cash Penney pada JCPenney Colonel John Patterson di NationalCash Register, atau Thomas J. Watson, Sr. di IBM menentukan kepribadian dariperusahaan-perusahaan tersebut. Di masa kini CEO perusahaab seperti FedEX,Southwest Airlines, dan Microsoft memiliki pengaruh yang penting padaorganisasinya sehingga masyarakat cenderung memandang perusahaan tersebutseperti CEO-nya.
Keterkaitan antara CEO dengan perusahaannya merupakandasar untuk budaya etika. Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, makamanajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yangdilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melaluicontoh. Perilaku ini disebut dengan budaya etika (ethics culture).

Bagaimana Budaya Etika Diterapkan
Tugas dari manajeman tingkat atas adalah untukmeyakinkan bahwa konsep etikanya merasuk ke seluruh organisasi, dan turun kejajaran bawah sehingga menyentuh setiap karyawan. Para eksekutif dapat mencariimplementasi ini melalui tiga tingkat, dalam bentuk kredo perusahaan, programetika, dank ode perusahaan yang telah disesuaikan.

Kredo Perusahaan (Corporate credo) adalah pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yangingin dijunjung perusahaan. Tujuan  kredotersebut adalah untuk memberitahu individu dan organisasi, baik didalam maupundiluar perusahaan, akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.

Program Etika (ethics program) adalah upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yangdi desain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankankredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi yangdiadakan untuk para karyawan baru. Selama sesi ini perhatian cukup besarditujukan untuk masalah etika.
Kode Perusahaan Yang Disesuaikan. Banyak perusahaan merancang sendiri kode etikperusahaan mereka. Terkadang kode-kode etik ini merupakan adaptasi dari kodeuntuk industry atau profesi tertentu. Di bab yang akan datang akan dipelajarikode etik untuk profesi system informasi.


Meletakkan Kredo, Program, dan Kode pada Tempatnya
Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaanprogram etika perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilakutertentu yang diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalamberinteraksi antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkunganperusahaan.

E.      ALASAN DI BALIK ETIKA KOMPUTER
James H.Moormendefinisikan etika komputer sebagai analisis sifat dan dampak sosialteknologi komputer serta perumusan dan justivikasi dari kebijakan-kebijakanyang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis. Dengandemikian,etika komputer terdiri atas dua aktifitas utama. Orang diprusahaanyang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalahCIO.
Seorang CIO harus :
ü  Menyadaridampak penggunaan komputer terhadap masyarakat dan
ü  Merumuskankebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan diseluruh perusahaansecara etis.
Satu hal amatlahpenting : CIO tidak menanggung tanggung jawab manajerial untuk penggunaankomputer secara etis sendiri. Eksekutif-eksekutif lain juga harus memberikankontribusi. Keterlibatan di seluruh perusahaan ini merupakan kebutuhan absolutedalam era komputasi pengguna akhir masa kini, dimana para manajer di semuawilayah bertanggung jawab untuk menggunakan computer di wilayah merekan secaraetis. Selain para manajer, seluruh karyawan bertanggung jawab untuk tindakanmereka yang berkaitan dengan computer.

Alasan Pentingnya Etika Komputer
James Moormengidentifikasi tiga alasan utama dibalik minat masyarakat yang tingi akanetika komputer: kelenturan secara logis,faktor tranformasi,dan faktor ketidaktampakan.
ü  Kelenturan secara logis Moormengartikannya sebagai kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukanhampir apa saja yang ingin kita lakukan.
ü  Faktor tranformasialasan atas etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapatmengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan draktis. Salah satu contoh yangbaik adalah e-mail.
ü  Faktor ketidaktampakan: alasan ketidak untuk minat masyarakat atas etika komputer adalah karenamasyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam. Ketidak tampakan operasiinternal ini memberikan kesempatan terjadinya nilai-nilai pemrograman yangtidak tampak ,dan menyalah gunakan yang tidak tampak :
·        Nilai pemrograman yang tidak tampakadalah perintah rutin yang dikodekan program kedalam program yang menghasilkanproses yang diinginkan si pengguna.
·        Perhitungan rumit yang tidak tampakberbentuk program yang sangat rumit sehingga penguna tidak dapat memahaminya.
·        Penyalahgunaan yang tidak tampakmencangkup tindakan yang disengaja yang melintasi batasan hukum maupun etis.Semua tindakan kejahatan computer berada pada kategori ini, misalnya tindakantak etis seperti pelanggaran hak individu akan privasi.

Hak Sosial dan Komputer
Masyarakat tidak hanyamengharapkan dan dunia usaha untuk menggunakan komputer secara etis, namun jugamenuntut beberapa hak yang berhubungan dengan komputer. Klasifikasi hak-hakmanusia dalam wujud komputer yang paling banyak dipublikasikan adalah PAPArancangan Richard O. Mason. Mason menciptakan akronim PAPA untukmempersentasikan empat hak dasar masyarakat sehubungan dengan informasi :

ü  Peivasi
ü  Akurasi
ü  Kepemilikan
ü  Aseksibilitas

Hak Privasi
Hakim Mahkamah AgungAmerika Serikat, Louis Brandeis dikenal karena memperkenalkan “ hak agardibiarkan sendiri”. Mason merasa bahwa hak ini terancam oleh dua hal, yaitu:
ü  Meningkatkankemampuan komputer untuk digunakan dalam kegiatan mata-mata.
ü  Meningkatkannilai informasi dalam proses pengambilan keputusan.



Hak untuk Mendapatkan Keakuratan
Komputer memungkinkantingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan sistem nonkomputer. Potensiini memang tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasiskomputer berisikan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistemmanual.

Hak Kepemilikan
Di sini yang dibahas adalah hakkepemilikan intelektual, biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor perantilunak dapat menghindari pencurian hak kepemilikan intelektual melaluiundang-undang hak cipta, hak paten, dan persetujuan lisensi. Hingga tahun1980-an, peranti lunak tidak dilindungi oleh hak cipta atau hukum paten.

Hak Mendapatkan Akses
Sebelum diperkenalkanya basis data yangterkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalambentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan di perpustakaan.

F.      AUDIT INFORMASI
Saat menyusun etika penggunaan computer, satu kelompokdapat memegang peranan yang amat penting. Mereka adalah para auditor internal.Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (ekternalauditor) dari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatanakuntansi. Perusahaan-perusahaan yang lebih besar memiliki staf tersendiri yangberfungsi sebagai auditor internal (internal auditor), yang melaksanakananalisis yang sama seperti auditor eksternal namun memiliki tanggung jawab yanglebih luas. Beberapa auditor eksternal juga melaksanakan beberapa jenis auditinternal dan mengawasi pekerjaan para auditor internal, namun setelah peristiwaEnron praktik ini tidak berlanjut. Praktik ini merupakan salah satu kegagalanArthur Andersen dengan Enron. Badan Pengawas Pasar Modal (Securities andEchange Comission) telah menerapkan pembatasan-pembatasan pada jumlah auditinternal yang dapat dilakukan oleh auditor eksternal. Hal ini juga merupakansalah satu kegagalan Arthur Andersen dengan Emerson.
Gambar dibawah menunjukkan salah satu cara popularyang menempatkan audit internal di dalam organisasi. Dewan direktur mencakupkomite audit (audit committee), yang mendefinisikan tanggung jawab daridepartemen audit internal dan menerima sebagian besar laporan audit. Direkturaudit internal (director of internal audit) mengelola departemen auditinternal dan biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan (chief financialofficer-CFO).
Posisi tingkat tinggi audit internal di dalamorganisasi menjaga agar posisi ini dihormati sebagai aktivitas yang penting danmendapatkan kerja sama dari para manajer di semua tingkat.


Pentingnya Objektivitas
Hal unik yang ditawarkan oleh auditor internal adalahobjektivitas. Mereka beroperasi secara independen terhadap unit-unit bisnisperusahaan dan tidak memiliki hubungan dengan individu atau kelompok lain didalam perusahaan. Keterlibatan mereka satu-satunya adalah dengan dewankomisaris, CEO, dan CFO.
Agar para Auditor dapat menjaga objektivitas, merekaharus menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan tanggung jawab operasionalsystem yang mereka bantukembangkan. Mereka hanya bekerja dengan kapasitassebagai penasihat. Mereka membuat rekomendasi untuk manajemen, dan manajemenmemutuskan apakah mereka akan menerapkan rekomendasi-rekomendasi tersebut.

Jenis Aktivitas Audit
Terdapat empat jenis dasar aktivitas audit internal:financial, operasional, beriringan, dan desain system pengendalian internal.

?  Audit Financial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakanjenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. Pada beberapa tugas,auditor internal bekerja sama dengan auditor eksternal. Pada tugas lain,auditor internal merupakan seluruh pekerjaan audit sendiri.
?  Audit operasional (operational audit) tidak dilaksanakan untuk memverifikasi keakuratancatatan, melainkan untuk memvalidasi efektivitas prosedur. Audit jenis inimerupakan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analisis system pada tahapanalisis dari masa siklus perancangan system. Sistem yang dipelajari hampirselalu berbentuk virtual dan bukan fisik, namun tidak selalu melibatkancomputer.
Ketika para auditor internal melaksanakan auditopersional, mereka mencari tiga fitur system dasar:
·        Kecukupan pengendalian.
·        Efisiensi.
·        Kepatuhan dengan kebijakan perusahaan.
Ketikapara spesialis informasi merancang system, mereka mencari fitur-fitur yang samaini.
·        Audit berkelanjutan
·        Desain system pengendalian internal.
SubsistemAudit Internal
Dalam system informasi financial, subsistem auditinternal merupakan salah satu subsistem input. Melibatkan auditor internaldalam tim perancangan system merupakan suatu langkah yang baik untukmendapatkan system informasi yang terkendali dengan baik, dan system tersebutmerupakan langkah yang baik untuk memberikan yang mereka perlukan kepadamanajemen informasi guna mencapai dan mengelola operasional bisnis yangberetika.

G.     MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Bantuan dalam bentuk kode etik dan program edukasietika yang dapat memberikan fondasi untuk budaya tersebut. Program edukasidapat membantu menyusun kredo perusahaan dan meletakkan program etika padatempatnya. Kode etik dapat digunakan seperti apa adanya atau disesuaikan denganperusahaan tersebut.

Kode Etik
Association for Computing Machinery (ACM) yangdidirikan pada tahun 1947, adalah sebuah organisasi komputer professionaltertua di dunia. ACM telah menyusun kode etik dan perilaku professional(Code of Ethics and Professional Practice) yang diharapkan diikuti oleh80.000 anggotanya. Selain itu, Kode Etik dan Praktik Profesional RekayasaPeranti Lunak (Software Engineering Code of Ethics and Professional Parctice) dinuatdengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan danmempraktikkan rekayasa peranti lunak, yaitu penggunaan prinsip-prinsipperancangan dalam pengembangan peranti lunak.

Kode Etik dan Perilaku Profesional ACM. Bentuk kode etik ACM yang ada saat ini diadopsi padatahun 1992 dan berisikan “keharusan”, yang merupakan pernyataan tanggung jawabpribadi. Kode ini dibagi lagi menjadi empat bagian. Masing-masing keharusanditulis dengan sebuah narasi singkat.
1. Keharusan Moral Umum. Keharusan ini berkenaan dengan perilaku moral (memberkontribusi kepada masyarakat; menghindari bahaya; berlaku jujur, dapatdipercaya, dan adil) dan isu-isu yang pada saat ini mendapatkan perhatian hokum(hak milik, hak cipta, privasi, dan kerahasiaan).
2. Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik. Hal ini berkenaan dengan dimensi-dimensi kinerjaprofessional. Isu moral seperti berlaku jujur dalam melakukan evaluasi danmenghargai komitmen dibahas disini. Isu hokum dan tanggung jawab sosial untukberkontribusi terhadap pemahaman umum mengenai computer juga dibahas.
3. Keharusan Kepemimpinan Organisasi. Sebagai pemimpin, anggota ACM memiliki tanggung jawabuntuk mendukung penggunaan sah sumber daya computer, menstimulasi orang lain diorganisasi untuk memenuhi tanggung jawab sosial, memungkinkan pihak lain didalam organisasi mendapatkan manfaat dari computer, serta melindungikepentingan para pengguna.
4. Kepatuhan terhadap Kode Etik. Di sini, anggota ACM harus mengindikasi dukungan untukkode etik.

Kode ACM membahas lima dimensi utama pekerjaan yangberkaitan dengan computer - moral, hukum, kinerja professional, tanggung jawabsosial, dan dukungan internal. Tabel 10.1 mengilustrasikan bagaimana limawilayah ini dibahas oleh tiga bagian utama. Meskipun kode ACM ditujukan untukpengarahan para anggota ACM, kode ini memberikan panduan yang baik untuk semuaprofessional computer.




Topik yang Tercakup dalam Kode Etik dan PerilakuProfesional ACM








Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa PerantiLunak
Kode etik ini mencatat pengaruh penting yang dapatditerapkan para ahli peranti lunak pada system informasi dan terdiri atasekspektasi di delapan hal penting:
1. Masyarakat
2. Kien dan atasan
3. Produk
4. Penilaian
5. Manajemen
6. Profesi
7. Kolega
8. Diri Sendiri
Lima dari hal diatas berkaitan dengan tanggung jawabdimana ahli tersebut menjadi bagian (Masyarakat, Klien dan Atasan, Manajemen,Profesi dan Kolega). Dua hal (Produk dan Penilaian) berkaitan dengan kinerjaprofessional, dan satu hal (Diri sendiri) mengacu pada peningkatan dirisendiri.

PendidikanEtika Komputer
Program edukasi formal dalam etika computer tersediadari beragam sumber – mata kuliah di perguruan tinggi, program professional,dan program edukasi swasta.
?  Mata Kuliah di Perguruan Tinggi. Di awal pendiriannya, ACM merancang suatu modelkurikulum computer yang menentukan berbagai mata kuliah computer yang harusditawarkan institusi pendidikan.
?  Program Profesional. Asosiasi Manajemen Amerika (American ManagementAssociation) menawarkan program khusus yang membahas masalah-masalahpenting saat ini, seperti etika.
?  Program Edukasi Swasta. LRN*, Leagal Knowledge Company, menawarkan modul matakuliah berbasis Web yang membahas berbagai permasalahan hukum dan etika.

Mata kuliah perguruan tinggi memungkinkan paramahasiswa untuk bersiap-siap mengatasi permasalahan etika ketika merekamemasuki industry, dan program professional dan swasta memungkinkan manajer dankaryawan di setiap tingkatan untuk menjaga kesadaran beretika serta komitmenmereka seiring dengan perubahan tuntutan sosial.

H.     ETIKA DAN CIO
Kebutuhan untuk mengembalikan integritas ke dalamdunia bisnis Amerika tidak pernah menjadi lebih besar. Sejak tahun 2002, paraCEO dan CFO diharuskan oleh hukum untuk mendatangani keakuratan laporankeuangan mereka. Persyaratan ini meletakkan tanggung jawab di bahu paraeksekutih serta unit pelayanan informasi yang berkenaan dengan bisnis untukmemberikan informasi financial yang dibutuhkan kepada para eksekutif.
Pelayanan informasi hanyalah merupakan satu unit didalam struktur organisasi, namu berada pada posisi kunci yang memiliki pengaruhterbesar dalam memenuhi tuntutan pemerintah maupun masyarakat akan pelaporankeuangan yang akurat. Terlebih lagi, sebagai seorang esekutif yang memilikitanggung jawab terhadap informasi penuh waktu, CIO merupakan orang yang tepatuntuk memimpin upaya-upaya untuk memenuhi tujuan pelaporan ini. CIO dapatmemenuhi ekspektasi pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yangmencakup hal-hal berikut:
·        Mencapai tingkatpemahaman yang lebih baik akan pemahaman prinsip-prinsip akuntansi.
·        Mempelajarisystem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan mengambil tindakanperbaikan.
·        Mendidikeksekutif perusahaan mengenai system-sistem keuangan.
·        Mengintegrasikanke dalam system informasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadapaktivitas yang membutuhkan perhatian.
·        Secara aktifberpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan.
·        Mengendalikandengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi.

I.        PENGARUH SARBANES-OXLEY
SOX terdiri dari 10pasal utama, 2 diantaranya secara langsung mempengaruhi unit pelayananinformasi perusahaan:
ü  CEOdan CFO harus menandatangani laporan keuangan.
ü  Perusahaan-perusahaanAmerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal.
SOX 404
Ketetapan SOX yangmemberikan dampak terbesar pada TI adalah bagian 404, yang membahas tentangpenilaian manajemen mengenai pengendalian keuangan. Bagian ini mensyaratkanbahwa harus terdapat suatu bentuk pengendalian internal terhadap pelaporankeuangan.
Agar memenuhipersyaratan pengendalian yang diwajibkan oleh SOX, seorang CIO harus menjagaagar pengendalian seperti ini berbeda di dalam sistem selama proses perencanaansistem. Aktivitas perencanaan harus mencakup:
ü  Identifikasisistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan
ü  Identifikasiresiko yang dihadapi sistem ini
ü  Mendesainpengendalian yang mengatasi resiko ini
ü  Mendokumentasikandan menguji pengendalian tersebut
ü  Memonitorefektifitas pengendalian seiring waktu
ü  Memperbaharuipengendalian sebagaimana Dibutuhkan

CIOharus memastikan agar CEO, CFO, dan para eksekutif lain memahami pengendaliantersebut dan memberitahu mereka mengenai perkembangan pengendalian melaluipenggunaan mekanisme pelaporan komite pengawas MIS.
SOX 409
Ketetapan SOX lain yang mempengaruhipelayanan informasi adalah 409, yang membahas mengenai pengungkapan secara realtime. Ini berarti bahwa perusahaan tersebut harus mampu melaporkan perubahanmengenai kondisi keuangannya secara realtime – atau pada saat perubahan berlangsung.
SOX dan COBIT
CUBIT disebut sebagai organisasiindustri yang dapat memberikan standar keamana untuk sumber daya informasiperusahaan. Organisasi yang sama dapat memberikan bantuan kepada perusahaanuntuk menangani tanggung jawab SOX. Standar COBIT amat selaras dengan ekspetasiSOX. Karena COBIT memiliki lebih dari 47.000 anggota diseluruh dunia, standarpelaporan keuangan dapat memberikan dampak global.
Meletakan Serbanas-Oxyley padaTempatnya
Di awal bab ini, telah dikatakan bahwapendekatan preskriptif diambil untuk menggambarkan SIM-hal ini digambarkansebagaimana seharusnya SIM harus dipraktikan. Serbanas-Oxley merupakan salahsatu argumen yang baik untuk pendekatan seperti ini. Perusahaan dan CIO yangmenerapkan MIS sebagaimana yang digambarkan seharusnya tidak menghadapikesulitan untuk memenuhi persyaratan SOX. Dengan kata lain, SOX mengharapkaneksekutif, sistem keuangan, dan Ti untuk bekerja sebagaimana  mereka seharusnya bekerja-yaitu secara etis.















BAB III
KESIMPULAN
Dalam kehidupan sehari-hari,kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga Negara yang memiliki tanggugjawab sosial, kita ingin melakukan hal yang secara moral benar, berlaku etis,dan mematuhi hukum. Sama halnya seperti pelaksanaan teknologi informasiwalaupun berkecimpung di dunia maya namaun perlu mengetahui regulasi yang ada. Oleh karena ituperlindungan terhadap akses masuk untuk suatu komputer diperlukan. Untuk menjagaitu semua diperlukanlah sebuah aturan atau undang-undang yang mengatur mengenaiitu. Banyak Negara maju telah mempunyai undang-undang khusus mengenai komputer.Hal yang dapat ditimbulkan bukan hanya masalah akses data pribadi secara bebastapi juga menyangkut kejahatan komputer dan juga hak paten peranti lunak.intinya hal yang perlu diketahui yaitu Moral,dimana Moral adalahkeyakinan dan penilaian secara tradisi tentang baik atau buruknya hal yangdilakukan. Moral juga merupakan institusi social yang memiliki sejarah danaturan-aturan tertentu. Kita mulai mempelajari aturan-aturan moral sejak masaanak-anak, kita dapatkan itu mulai dari orang tua, lingkungan keluarga,lingkungan rumah, ataupun lingkungan sekolah dan masyarakat.dengan terciptanya moral manusia yang bagus akan memperlancar proses kehidupanyang aman dan sejahtera.dengan demikian tidak terjadi pelanggaran dalam halapapun seperti contoh teknologi informasi di atas










DAFTARPUSTAKA

Mc.Leod. Raymond.2008.Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat